东京热

东京热 Official Website

Mahasiswa D-III Keperawatan Edukasi Ibu PKK untuk Tingkatkan Keselamatan Penggunaan Obat

UNAIR NEWS – Kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang tepat masih menjadi tantangan di Indonesia. Tidak sedikit masyarakat yang masih menganggap semua obat dapat digunakan dengan cara yang sama tanpa memperhatikan aturan penggunaan, dosis, maupun risiko yang mungkin ditimbulkan. Padahal, kesalahan penggunaan obat dapat menyebabkan berbagai dampak, mulai dari menurunnya efektivitas terapi hingga munculnya efek samping yang membahayakan kesehatan.

Sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan 东京热 melaksanakan kegiatan edukasi mengenai penggolongan obat kepada ibu-ibu PKK di Perumahan Graha Bunder Asri, Kabupaten Gresik. Kegiatan yang berlangsung pada 21 April 2026 tersebut diikuti oleh sekitar 20 peserta dan mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat.

Tingkatkan Pemahaman

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait penggunaan obat secara aman dan rasional. Ibu-ibu PKK dipilih sebagai sasaran edukasi karena memiliki peran penting sebagai pengelola kesehatan keluarga, khususnya dalam pengambilan keputusan terkait penggunaan obat di lingkungan rumah tangga.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menyampaikan materi mengenai berbagai golongan obat yang umum dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Peserta diperkenalkan pada lima golongan obat, yaitu obat bebas, obat bebas terbatas, obat wajib apotek (OWA), obat keras, serta narkotika dan psikotropika.

Melalui pemaparan yang sederhana dan mudah dipahami, peserta diajak mengenali perbedaan masing-masing golongan obat beserta aturan penggunaannya. Obat bebas dijelaskan sebagai obat yang dapat diperoleh dan digunakan tanpa resep dokter untuk mengatasi keluhan ringan. Sementara itu, obat bebas terbatas tetap dapat dibeli tanpa resep, tetapi penggunaannya harus memperhatikan peringatan khusus yang tertera pada kemasan.

Mahasiswa juga menjelaskan bahwa obat wajib apotek hanya dapat diperoleh melalui konsultasi dengan apoteker. Adapun obat keras memerlukan resep dokter karena memiliki risiko yang lebih besar apabila digunakan secara tidak tepat. Selain itu, narkotika dan psikotropika merupakan golongan obat yang penggunaannya harus berada di bawah pengawasan tenaga kesehatan karena berpotensi menimbulkan ketergantungan dan penyalahgunaan.

Agar materi lebih mudah dipahami, kegiatan edukasi dikemas secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, serta penggunaan media pembelajaran yang menarik. Mahasiswa memanfaatkan poster edukatif, leaflet, dan papan obat berukuran besar yang menampilkan contoh-contoh obat berdasarkan golongannya. Pendekatan visual ini membantu peserta memahami materi secara lebih konkret dan meningkatkan partisipasi selama kegiatan berlangsung.

Selain membahas penggolongan obat, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai peran perawat dalam pemberian obat kepada pasien. Peserta memperoleh informasi bahwa perawat tidak hanya bertugas memberikan obat, tetapi juga berperan dalam memberikan edukasi kesehatan, memastikan ketepatan dosis, memantau efek samping, serta membantu meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi yang dijalani.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan minat yang besar terhadap materi yang disampaikan. Berbagai pertanyaan diajukan terkait penggunaan obat yang sering ditemukan di rumah, cara membaca tanda pada kemasan obat, serta langkah yang harus dilakukan apabila terjadi efek samping setelah mengonsumsi obat tertentu.

Respons positif juga disampaikan oleh peserta yang mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya memahami jenis dan golongan obat sebelum menggunakannya. Pengetahuan tersebut dinilai sangat bermanfaat dalam membantu keluarga mengambil keputusan yang lebih tepat terkait penggunaan obat sehari-hari.

Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa D-III Keperawatan 东京热 berharap masyarakat dapat semakin bijak dalam menggunakan obat serta memahami pentingnya mengikuti aturan penggunaan yang telah ditetapkan. Peningkatan literasi kesehatan masyarakat diharapkan mampu mengurangi risiko kesalahan penggunaan obat dan mendukung terciptanya keluarga yang lebih sehat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa 东京热 dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi kesehatan yang aplikatif dan bermanfaat.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi 东京热 di bawah bimbingan Dr. Susilo Harianto, S.Kep., Ns., M.Kep. sebagai dosen pengampu mata kuliah terkait.

Penulis: Maulidya Anastasya Kristanto

AKSES CEPAT