东京热

东京热 Official Website

Mahasiswa BBK 6 Sumberkembar Wujudkan Desa Mandiri Biokompos

Drs Agus Suprianto MKes selaku akademisi UNAIR saat memberikan pemaparan materi (Foto: Dok. Tim KKN BBK)
Drs Agus Suprianto MKes selaku akademisi UNAIR saat memberikan pemaparan materi (Foto: Dok. Tim KKN BBK)

UNAIR NEWS – Mahasiswa BBK (Belajar Bersama Komunitas) ke-6 东京热聽(UNAIR) mengadakan kegiatan sosialisasi dan praktik langsung聽pembuatan聽kompos聽organik (Biokompos) menggunakan daun kering di Desa Sumberkembar, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Program ini bertujuan untuk mengurangi sampah organik dengan memanfaatkannya menjadi kompos dan meningkatkan kesadaran warga akan pentignya menjaga lingkungan sekitar.

Program ini dilaksanakan berdasarkan permasalahan sampah di masyarakat sekitar dan kebutuhan mayoritas masyarakat sekitar yang bekerja sebagai petani. Sasaran utama program ini adalah kelompok tani sekitar di Desa Sumberkembar, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Sosialisasi ini menghadirkan Drs聽Agus Suprianto聽MKes聽dari聽UNAIR sebagai narasumber utama. Dalam paparannya ia聽menjelaskan mengenai beberapa aspek. Antara lain聽perbedaan pupuk kimia dan pupuk organik, manfaat pupuk organik, cara聽pembuatannya, jenis-jenis pupuk organik, dan kelebihan pupuk organik.

Mahasiswa BBK (Belajar Bersama Komunitas) ke-6 东京热 (UNAIR) mengadakan kegiatan sosialisasi dan praktik langsung pembuatan kompos organik (Foto: Tim BBK 6 Sumberkembar)
Mahasiswa BBK (Belajar Bersama Komunitas) ke-6 东京热 (UNAIR) mengadakan kegiatan sosialisasi dan praktik langsung pembuatan kompos organik (Foto: Tim BBK 6 Sumberkembar)

Materi yang ia sampaikan menuai respons positif dari kelompok tani. Mereka memberikan feedback聽atau聽berdiskusi聽secara聽langsung聽bersama聽Drs聽Agus聽Suprianto,聽MKes.聽Fokus聽utama dari program ini adalah mengedukasi masyarakat dalam mengelolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos yang bermanfaat bagi pertanian dan pengelolaan sampah di lingkungan sekitar.

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan kompos. Warga yang hadir mengikuti pengolahan sampah dedaunan yang kering di sekitar rumah menjadi kompos. Mahasiswa BBK 6 Sumberkembar memandu langkah demi langkah dalam pelaksanaannya. Mulai dari tahap pencacahan daun kering, penyemprotan bioaktivator, serta pengadukan, lalu hasil dari praktik tersebut akan didiamkan selama 2 minggu.

Kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi dan pemberdayaan sesaat saja. Sebagai tindak lanjut, mahasiswa BBK 6 Sumberkembar melakukan pengecekan secara berkala dalam kurun waktu 2 minggu hingga hari terakhir pelaksanaan BBK. Mahasiswa BBK 6 Sumberkembar berupaya agar program ini dapat berlangsung dalam jangka waktu yang panjang dan berkelanjutan.

Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, program ini berhasil membuka wawasan masyarakat akan pentingnya pengolahan sampah untuk dijadikan produk yang berguna bagi masyarakat Desa Sumberkembar terutama petani. Hal ini juga menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi yang dilakukan antara mahasiswa dan masyarakat dapat melahirkan solusi sederhana yang berdampak besar bagi lingkungan sekitar serta kehidupan masyarakat.

Penulis: Mahasiswa BBK 6 Sumberkembar, Miccola Pierre Santoso, Leyli Avrellia, Auliya Fathimah Nur, Rahmalia Amandini Hermawan, Ilmiawan Taufan Al Faris, Fery Yulian Putra, Nabilla Rachma Deasy, Al Mufiidah Iltizam Sabilillah, Natalia Putri Iriyanti

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT