鈥淏ismillah (Human Plans), Alhamdulillah (Allah Decides)鈥
UNAIR NEWS – Menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS) dengan segala kesibukannya tidak menyurutkan semangat Luqman Hakim untuk terus melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Luqman Hakim berhasil menyelesaikan studi magisternya sebagai wisudawan terbaik S2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Pria yang memiliki nama sapaan Luqman itu berhasil lulus dengan IPK sempurna 4.00 dalam waktu kurang dari dua tahun.听听
Saat ini, Luqman telah bekerja menjadi seorang PNS di Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum, dan Hak Asasi Manusia. Kemudian, sejak lulus kuliah Luqman pindah ke Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenkumham.听听
Tantangan dan Gap Waktu听
Luqman mengaku, salah satu tantangan terbesar dalam studinya adalah adaptasi. 鈥淪aya merasa perlu lebih banyak beradaptasi karena saya ada gap year kuliah 16 tahun. Saya ujian skripsi S1 Hubungan Internasional FISIP Unair pada Desember 2007 dan Matrikulasi S2 Kebijakan Publik pada Januari 2023,鈥 ungkapnya.
Gap tersebut membuat Luqman harus mengejar dan menyesuaikan, seperti dari aspek pengetahuan maupun tools yang digunakan untuk penelitian. Namun, hal tersebut tetap tidak menghentikannya untuk lulus tepat waktu dengan nilai yang sangat tinggi.
Membagi Waktu dengan Keluarga听
Sebagai seorang pegawai negeri dan telah berkeluarga, time management menjadi hal yang tricky yang perlu ia temukan solusinya. Luqman mengaku harus bisa membagi waktunya untuk studi, tugas kuliah, tesis, dan keluarga. Menurutnya, seluruh rangkaian studi S2 di FISIP UNAIR adalah pengalaman yang berharga. Namun, pengerjaan tesis adalah hal yang utama supaya berkualitas.
鈥淪aya biasanya meluangkan waktu di pukul 10 hingga 11 dan pagi pukul 04.30 hingga 05.30 karena di waktu pagi biasanya saya menemukan moment AHA!! untuk mengerjakan tugas atau membuat makalah,鈥 katanya.
Luqman mengatakan bahwa pengalaman menempuh pendidikan tinggi adalah hal yang berharga dan merupakan kesempatan yang langka, khususnya di Indonesia. 鈥淢anfaatkan dengan baik kesempatan itu. Meskipun demikian, keseimbangan harus tetap dijaga. Jangan terlalu membebani diri berlebihan, cukup sediakan waktu sebentar untuk fokus dalam belajar, membaca, berpikir dan mengerjakan tugas,鈥 tutupnya.
Penulis: Febriana Putri Nur Aziizah听
Penulis: Edwin Fatahuddin





