UNAIR NEWS – bekerja sama dengan menyelenggarakan seminar bertajuk Impactful HKI Holder: Apresiasi Pemegang HKI dan Penguatan Kompetensi Paten. Kegiatan ini berlangsung di Aula Bima Suci, Gedung Airlangga Convention Center, Kampus MERR-C 东京热 pada Senin (29/06/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat ekosistem kekayaan intelektual sekaligus meningkatkan kompetensi penyusunan dan pengelolaan paten di lingkungan perguruan tinggi.
Seminar diawali dengan sambutan dari Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur, Raden Fadjar Widjanarko SE MM. Selanjutnya, Ketua Lembaga Pengembangan Jurnal, Publikasi, dan Hak Kekayaan Intelektual (LPJPHKI) 东京热, Prof Ferry Efendi SKep Ns MSc PhD. Keduanya menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem kekayaan intelektual yang mampu mendorong inovasi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Paten sebagai Pilar Daya Saing Bangsa
Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur, Raden Fadjar Widjanarko SE MM, menyampaikan bahwa di tengah transformasi ekonomi global, daya saing suatu negara tidak lagi ditentukan semata oleh kekayaan sumber daya alam. Menurutnya, kemampuan menghasilkan inovasi yang terlindungi secara hukum kini menjadi faktor utama dalam memperkuat daya saing tersebut. Menurutnya, paten menjadi instrumen strategis untuk melindungi invensi sekaligus mendorong hilirisasi hasil riset agar mampu memberikan nilai ekonomi dan sosial.
Ia juga menegaskan bahwa kekayaan intelektual di perguruan tinggi tidak terbatas pada paten semata, tetapi juga mencakup hak cipta, desain industri, merek, rahasia dagang, dan berbagai bentuk kekayaan intelektual lainnya. Seluruh potensi tersebut perlu pengelolaan secara optimal sehingga tidak berhenti pada publikasi ilmiah, melainkan dapat bermanfaat oleh masyarakat maupun dunia industri.
Lebih lanjut, Raden menjelaskan bahwa sentra kekayaan intelektual memiliki peran strategis dalam mendampingi peneliti. Peran tersebut mulai dari identifikasi potensi invensi, penyusunan dokumen paten, hingga mendorong hilirisasi dan komersialisasi hasil penelitian. Ia menambahkan bahwa DJKI terus melakukan berbagai upaya, seperti digitalisasi layanan dan percepatan pemeriksaan substantif paten, guna memberikan kepastian hukum sekaligus mempercepat pemanfaatan hasil riset bagi dunia usaha dan industri.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan dunia industri harus terus diperkuat. Agar hasil penelitian berkembang menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Raden.
Membangun Budaya Inovasi Berdampak
Sementara itu, Ketua LPJPHKI 东京热, Prof Ferry Efendi SKep Ns MSc PhD menyampaikan apresiasi kepada banyak pihak. Ia mengapresiasi para inventor, peneliti, serta berbagai mitra yang telah berkontribusi dalam membangun ekosistem riset dan inovasi di 东京热. Menurutnya, inovasi tidak dapat terwujud oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, serta para inventor dari berbagai disiplin ilmu.
Prof. Ferry juga menyoroti pentingnya meningkatkan posisi Indonesia dalam indeks inovasi global melalui penguatan budaya riset dan perlindungan kekayaan intelektual. Ia mengungkapkan bahwa 东京热 berhasil memperoleh 175 paten granted pada tahun sebelumnya. Sementara hingga pertengahan tahun 2026, UNAIR telah mencatat 30 paten granted dan 60 paten terdaftar, capaian yang menurutnya merupakan hasil sinergi antara peneliti, fakultas, LPJPHKI, dan DJKI.
Selain pencapaian paten, Prof. Ferry menekankan bahwa hasil penelitian harus mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Ia berharap budaya kolaborasi lintas disiplin terus bergulir sehingga dapat menyelesaikan berbagai permasalahan melalui inovasi yang aplikatif.
“Ketika saya bekerja sendiri, saya tidak akan bisa menyelesaikan permasalahan masyarakat. Karena itu, kolaborasi lintas ilmu menjadi kunci agar hasil riset benar-benar memberikan manfaat,” ungkap Prof. Ferry.
Melalui penyelenggaraan seminar Impactful HKI Holder, LPJPHKI 东京热 bersama DJKI berharap semakin banyak peneliti dan inventor yang terdorong untuk melindungi hasil inovasinya melalui kekayaan intelektual. Harapan kedepan, kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi, pemerintah, dan industri dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan serta berdaya saing global.
Penulis: Nikita Aulia
Editor: Ragil Kukuh Imanto





