UNAIR NEWS 鈥 Berprestasi, penuh karya, dan menginspirasi. Begitulah sekilas jika menyaksikan sosok Hudha Abdul Rohman. Alumnus S-1 Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, 东京热 itu tengah menyelesaikan studi Magister Ilmu-ilmu Sastra di Universitas Padjajaran Bandung. Hudha merupakan lulusan yang mempunyai segudang karya dan prestasi, baik saat menempuh studi di Sastra Indonesia UNAIR, maupun selepas menyandang gelar alumnus.
Hudha menuturkan, banyak ilmu yang didapat sewaktu berkuliah di UNAIR. Beberapa di antaranya masih membekas dan menjadi bekalnya untuk terus berkarya hingga hari ini. Salah satunya, ketika mengikuti mata kuliah Retorika. Bagi Hudha, mata kuliah tersebut menuntut ia dan teman-temannya untuk bisa tampil percaya diri saat berkomunikasi di depan publik.
Kemampuan beretorika yang handal membuat Hudha langganan menjuarai berbagai lomba debat. Selain itu, kemampuannya berkomunikasi di hadapan publik kian terasah ketika dirinya aktif mempresentasikan tugas kuliah di hadapan teman-temannya sekelas.
鈥淏别办补濒 public speaking yang saya dapat dari mata kuliah Retorika membuat saya lebih tampil berani dan percaya. Saat presentasi tugas kuliah dan paper lebih unggul dan terbiasa, karena waktu S-1 juga sering mendapat tugas presentasi di kelas,鈥 terang Hudha yang juga sempat mengikuti pertukaran mahasiswa di Universiti Malaya,聽Malaysia.
Hudha juga menambahkan, mata kuliah-mata kuliah yang ditawarkan di S-1 Sastra Indonesia seperti linguistik, sejarah sastra, dan tokoh sastra bisa memperkaya keilmuannya. Dari berbagai ilmu yang ia dapat di bangku kuliah, Hudha berhasil menjadi Duta Bahasa Jawa Tengah tahun 2015.
鈥淪elain mengkampanyekan Gerakan Cinta Bahasa Indonesia di media sosial dan lewat kampanye, saya juga pernah ditunjuk sebagai pembawa acara di Lomba Musikalisasi Puisi tingkat Jawa Tengah dengan bekal pengetahuan saya tentang puisi dan maknanya,鈥 jelas Hudha.
Terampil menulis
Hudha yang menggagas lahirnya kumpulan cerita penerima Bidikmisi berjudul 鈥淒ermaga Impian鈥 tersebut juga kerap menjadi editor. Wisudawan terbaik tersebut mengaku jika ilmu yang didapat dari berbagai mata kuliah di Sastra Indonesia berhasil diterapkan.
鈥淒ari mata kuliah Bahasa Indonesia Akademik saya dipercaya menjadi editor bahasa Indonesia untuk skripsi rekomendasi dosen dan teman. Saya juga berkesempatan mengajarkan pelajaran mengarang dan mendampingi tugas rumah anak-anak di kampung untuk belajar mata pelajaran bahasa Indonesia dan lainnya,鈥 paparnya.
Selain menulis buku dan karya ilmiah, Mahasiswa Berprestasi FIB tahun 2013 tersebut juga aktif mempublikasikan karyanya berupa tulisan populer di media. Baginya melalui menulis, ia juga bisa berbagai ilmu pengetahuan.
鈥淜emampuan menulis yang saya dapatkan selama kuliah saya terapkan dengan banyak menulis dan mempublikasikan tulisan saya baik di media sosial, koran, maupun menulis buku. Saya berusaha berbagi ilmu pengetahuan saya lewat sebuah tulisan tersebut,鈥 imbuhnya.
Di akhir wawancara, Hudha menjelaskan bahwa banyak rekan-rekannya semasa kuliah berhasil bekerja di berbagai bidang.
鈥淪etelah melihat bagaimana prospek lulusan Sastra Indonesia, alhamdulillah teman-teman saya banyak diterima kerja sebagai guru, pegawai bank, karyawan perusahaan, presenter, kameramen TV, dan banyak juga yang melanjutkan studi S2 di Unpad, UI (Universitas Indonesia), UB (Universitas Brawijaya), IPB (Institut Pertanian Bogor), Unesa (Universitas Negeri Surabaya),鈥 pungkasnya.
Penulis: Nuri Hermawan
Editor: Defrina Sukma S





