Batu empedu masih menjadi masalah kesehatan yang cukup sering ditemukan di masyarakat. Penyakit ini terjadi ketika kolesterol atau zat lain dalam cairan empedu mengendap dan membentuk batu yang dapat menimbulkan nyeri hebat, peradangan, hingga memerlukan operasi.
Penelitian terbaru mengeksplorasi potensi bahan alam Indonesia yang selama ini dikenal untuk membantu mengendalikan gula darah dan kolesterol. Melalui pendekatan komputasi modern, para peneliti menelusuri kemungkinan manfaat senyawa tersebut dalam mencegah terbentuknya batu empedu.
Tim peneliti meneliti DLBS3233, suatu kombinasi fraksi bioaktif yang berasal dari tanaman bungur (Lagerstroemia speciosa) dan kayu manis Indonesia (Cinnamomum burmannii). Selama ini DLBS3233 telah dikenal memiliki manfaat dalam membantu meningkatkan sensitivitas insulin pada penderita diabetes tipe 2. Namun, potensinya dalam mencegah batu empedu masih jarang diteliti.
Menggunakan metode molecular docking atau simulasi komputer, penelitian ini mengamati bagaimana senyawa aktif DLBS3233 berinteraksi dengan berbagai protein yang berperan dalam pembentukan batu empedu. Hasilnya menunjukkan bahwa dua senyawa utama, yaitu Cinnamtannin B1 dan Ellagic Acid, memiliki kemampuan berikatan dengan berbagai target penting yang mengatur metabolisme kolesterol, proses peradangan, dan keseimbangan cairan empedu.
Temuan ini penting karena kolesterol yang berlebihan merupakan salah satu penyebab utama terbentuknya batu empedu. Senyawa aktif DLBS3233 diperkirakan dapat membantu mengurangi penumpukan kolesterol, meningkatkan pembentukan asam empedu, serta menekan proses peradangan yang sering menyertai penyakit batu empedu.
Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa salah satu senyawa aktif memiliki profil keamanan yang baik berdasarkan prediksi toksisitas dan karakteristik farmakologinya. Hal ini membuka peluang pengembangan lebih lanjut sebagai terapi pendamping untuk pasien batu empedu, terutama pada individu dengan faktor risiko seperti obesitas, diabetes, dan sindrom metabolik.
Walaupun hasil penelitian ini masih berada pada tahap simulasi komputer dan belum diuji langsung pada manusia, temuan tersebut memberikan dasar ilmiah yang kuat untuk penelitian lanjutan di laboratorium maupun uji klinis.
Kekayaan hayati Indonesia kembali menunjukkan potensi besar dalam dunia kesehatan. Melalui penelitian ini, DLBS3233 yang berasal dari bungur dan kayu manis Indonesia berpotensi membantu mencegah pembentukan batu empedu melalui berbagai mekanisme yang berkaitan dengan kolesterol dan peradangan.
Meski masih memerlukan penelitian lanjutan pada manusia, hasil ini menjadi langkah awal yang menjanjikan dalam pengembangan terapi pendamping yang lebih aman, alami, dan berbasis sumber daya lokal Indonesia.
Penulis: Satriyo Dwi Suryantoro
Artikel ilmiah lengkap dapat diakses pada jurnal:
Hasyyati EY, Mahdi BA, Mohani CI, Suryantoro SD, Romadhon PZ. In silico investigation of DLBS3233 bioactives targeting inflammatory, metabolic, and cholesterol transport pathways in gallstone (cholelithiasis) pathogenesis. Nutrición ClÃnica y Dietética Hospitalaria. 2026;46(1):178–185.
DOI:





