Hipertensi merupakan masalah kesehatan global utama dan penyebab signifikan morbiditas kardiovaskular, yang menyebabkan disfungsi endotel dan remodeling vaskular . Menurut laporan epidemiologi terbaru, jumlah kasus hipertensi meningkat, sehingga memerlukan metode pengobatan baru (Risk and Collaboration, 2021). Patofisiologinya juga terkait dengan stres oksidatif, di mana ketidakseimbangan antara spesies oksigen reaktif (ROS) dan pertahanan antioksidan mengganggu tonus vaskular. Mekanisme kuncinya adalah disregulasi keberadaan Nitric Oxide (NO) yang merupakan vasodilator kuat yang disintesis oleh endotelial nitric oxide synthase ( eNOS ). Penurunan bioavailabilitas NO menyebabkan vasokonstriksi, dan peradangan yang menyertainya mendorong ekspresi molekul adhesi. Secara khusus, Vascular Cell Adhesion Molecule-1 (VCAM 1) sangat penting pada tahap awal peradangan vaskular. VCAM-1 memediasi adhesi leukosit ke endotelium, yang berkontribusi pada aterosklerosis. VCAM-1 merupakan biomarker prediktif yang kuat untuk kejadian kardiovaskular, terutama pada kadar yang tinggi.
VCAM-1 juga telah muncul sebagai target terapi, dengan studi terbaru menunjukkan potensinya untuk mencegah hipertensi yang diinduksi Angiotensin II. Kortikosteroid sintetis prednison menginduksi hipertensi melalui mekanisme yang melibatkan retensi natrium, ekspansi volume, dan aktivasi sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAAS) (Goodwin dan Neustadt, 2021; Vazquez-Prieto dkk., 2020). Selain itu, bukti yang muncul menunjukkan bahwa glukokortikoid dapat secara langsung mengganggu fungsi endotel melalui penghambatan fosforilasi eNOS dan peningkatan produksi superoksida melalui aktivasi NADPH oksidase. Model hipertensi yang diinduksi steroid ini mereplikasi kondisi klinis seperti hipertensi yang diinduksi stres dan hipertensi sekunder, menyediakan sistem yang relevan untuk mengevaluasi intervensi terapeutik baru. Kemangi manis (Ocimum basilicum L.) adalah tanaman yang termasuk dalam famili Lamiaceae dan memiliki sejarah panjang penggunaan tradisional untuk berbagai penyakit. Tanaman ini mengandung senyawa bioaktif, termasuk flavonoid, fenolik, dan minyak esensial (linalool, eugenol) dengan efek antioksidan dan antiinflamasi yang kuat. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa flavonoid berpotensi meningkatkan fungsi endotel dan menurunkan tekanan darah pada berbagai model hipertensi. Namun, efek modulasi yang tepat dari O. basilicum pada jalur VCAM-1/ eNOS dalam model hipertensi yang diinduksi kortikosteroid belum sepenuhnya dijelaskan.
Penulis: Prof. Dr. Widjiati, drh., M.Si.
Detail tulisan ini dapat dilihat di:





