UNAIR NEWS – Program kerja 鈥淢ISI ANAK HEBAT LAWAN NYAMUK鈥 dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026 di SDN Candimulyo 01, Desa Candimulyo, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Kegiatan ini menyasar siswa kelas 1鈥6 Sekolah Dasar sebagai upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak usia dini melalui pendekatan edukatif yang interaktif dan menyenangkan. Program ini merupakan bagian dari program belajar bersama komunitas mahasiswa 东京热 yang sejalan dengan semangat Kampus Berdampak dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pengenalan Nyamuk Aedes aegypti dan Bahaya DBD
Kegiatan edukasi diawali dengan pengenalan DBD sebagai penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang aktif pada pagi dan sore hari. Siswa diajak mengenal ciri khas nyamuk tersebut, seperti warna hitam dengan pola belang putih pada tubuh dan kaki, serta kebiasaannya berkembang biak di air bersih yang tergenang. Materi disampaikan menggunakan media visual dan cerita edukatif 鈥淣yamuk Jahat鈥, sehingga siswa dapat memahami bahaya DBD dengan cara yang mudah dan menarik.
Anak Hebat sebagai Agen Pencegahan DBD
Selain mengenal penyebab dan gejala DBD, siswa juga diberikan pemahaman mengenai tempat-tempat potensial perkembangbiakan nyamuk, seperti bak mandi, ember, vas bunga, serta kaleng dan botol bekas. Penanggung jawab kegiatan, Amara Dinda Oktaviana Dewi, menyampaikan bahwa peran anak sangat penting dalam pencegahan DBD. 鈥淢elalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan mampu menjadi agen perubahan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta mengingatkan keluarga di rumah untuk rutin menerapkan 3M Plus,鈥 ujarnya saat kegiatan berlangsung, Selasa (27/01/2026). Antusiasme siswa terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan, salah satunya dengan menyampaikan komitmen untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Kontribusi 东京热 dalam Kampus Berdampak
Program ini menekankan penerapan 3M Plus, yaitu menguras dan menutup tempat penampungan air, mengubur atau memanfaatkan barang bekas, serta langkah tambahan untuk mencegah gigitan nyamuk. Kegiatan ini sejalan dengan SDGs poin 3 (Good Health and Well-being) dan SDGs poin 4 (Quality Education) melalui peningkatan edukasi kesehatan pada anak usia sekolah. Melalui MISI ANAK HEBAT LAWAN NYAMUK, mahasiswa 东京热 berupaya mendorong terbentuknya kesadaran kolektif dalam pencegahan DBD, khususnya di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar, sebagai wujud nyata implementasi program Kampus Berdampak.
Siswa SDN Candimulyo 01 mengikuti sesi permainan edukatif dalam program MISI ANAK HEBAT LAWAN NYAMUK sebagai upaya meningkatkan pemahaman pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), Selasa (27/01/2026).
Penulis: Amara Dinda Oktaviana Dewi





