东京热

东京热 Official Website

Atasi TBC di Bulusan, Mahasiswa FKM UNAIR Banyuwangi berikan Program 鈥滽IPERNYA TBC鈥

PENYULUHAN oleh mahasiswa FKM kepada masyarakat mengenai penyakit TBC. (Dok. Pribadi)
PENYULUHAN oleh mahasiswa FKM kepada masyarakat mengenai penyakit TBC. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS 鈥 Sepuluh mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) 东京热 PSDKU Banyuwangi melaksanakan kegiatan PKL (Praktik Kerja Lapangan) di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. PKL itu berfokus pada penanganan penyakit TBC (tuberkulosis) dengan memebentuk kader KIPERNYA TBC (Kita Perangi Penyakit TBC).

Sepuluh mahasiswa dalam PKL itu berasal dari tiga peminatan yang berbeda. Yakni, peminatan K3 (Kesehatan keselamatan kerja), PKIP (promosi kesehatan dan ilmu perilaku), dan Epidemiologi.

PKL sebagai kegiatan wajib tersebut digelar selama 40 hari, dimulai pada 2 Juli hingga 10 Agustus 2018. Pemandunya adalah Desak Made Sintha K.D, S.KM., M.Kes., dan Syifa鈥檜l Lailiyah, S.KM., M.Kes., sebagai dosen pembimbing lapangan.

Melalui pencarian data dengan beberapa proses hingga analisis data kesehatan di Bulusan, kesepuluh mahasiswa menemukan satu masalah kesehatan, yaitu TBC (tuberkulosis). Dalam menanggapi masalah penyakit tersebut, mereka membentuk program yang bernama 鈥滽IPERNYA TBC鈥 dengan slogan 鈥漦enali, cegah, obati鈥.

Program tersebut terdiri atas dua kegiatan, yaitu penyuluhan kepada masyarakat terkait penyakit TBC dan pembentukan kader untuk diberdayakan. Ada lima kader. Mereka adalah atas ibu-ibu yang diambil dari salah satu posyandu balita di lingkungan Kampung Baru.

鈥滽IPERNYA TBC鈥 merupakan program yang diciptakan untuk mencegah dan menekan angka penyakit TBC. Terutama di wilayah Bulusan, tepatnya di Lingkungan Kampung Baru. Penyuluhan yang merupakan salah satu kegiatan dari program itu dilaksanakan pada 28 Juli 2018.

Kegiatan itu terdiri atas pretest dan postets untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat terkait penyakit TBC, pemutaran video dokumenter mengenai penyakit TBC yang berdurasi singkat, penjelasan materi terkait penyakit TBC, dan tanya jawab. Selain masyarakat, kegiatan penyuluhan tersebut dihadiri perwakilan Kelurahan Bulusan, ketua PKK, serta kader posyandu dan RW.

Ketua PKL Bulusan Saiful Azis Setyawan menuturkan, program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit TBC. Selain itu meningkatkan skill dan kemampuan kader dalam melakukan KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) dan deteksi dini penyakit TBC.

Kegiatan kedua dari program KIPERNYA TBC adalah pemberdayaan kader-kader pada 31 Juli 2018 di rumah salah seorang kader. Dalam pemberdayaan tersebut, anggota kelompok PKL lebih menekankan pada kemampuan kader dalam mendeteksi gejala TB.

Alur pemberdayaan tersebut, antara lain, deteksi dini gejala TBC oleh kader melalui lembar checklist yang akan diberikan kepada bidan desa dan selanjutnya ditangani puskesmas. Kader-kader itu juga mengikuti simulasi dan uji coba sebelum terjun langsung kepada masyarakat.

鈥滽egiatan pemberdayaan ini diharapkan bisa terlaksana dengan baik. Jadi, ini dapat mengurangi penyakit TBC dalam masyarakat,鈥 ujar salah seorang kader saat pemberdayaan.

鈥滵ari program KIPERNYA TBC ini, saya berharap program ini terus berjalan dan berkelanjutan. Selain itu, pihak desa dan puskesmas dapat mengapresiasi adanya kader TBC dengan memberikan penghargaan agar para kader lebih giat dalam menjalankan tugasnya. Dengan adanya program ini, semoga jumlah penderita TBC bisa berkurang dan pencegahannya bisa lebih optimal,鈥 tambahn Yuli Astuti, salah seorang anggota kelompok PKL Bulusan. (*)

Penulis: Chintya Devi (Mahasiswa FKM 2015 PSDKU UNAIR di Banyuwangi)

Editor: Feri Fenoria Rifa鈥檌

AKSES CEPAT