UNAIR NEWS – Organisasi Bidikmisi 东京热 (AUBMO) PSDKU 东京热 di Banyuwangi kembali menyelenggarakan acara buka bersama. Namun, pada acara buka bersama kali ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, tim AUBMO PSDKU berinovasi dengan menyelipkan materi pelatihan kepemimpinan di dalamnya.
Acara yang bertajuk Latihan Kepemimpinan dan Buka Bersama Bidik Misi (LKB3M) itu mengusung tema 鈥淧repare Yourself with Leadership to your Bright Future鈥. Dilaksanakan pada Sabtu (19/5), AUBMO PSDKU mengundang 聽Nuri Hermawan, S.Hum., selaku alumni bidikmisi yang saat ini berprofesi sebagai staf di PIH UNAIR.
Pada kesempatan itu, alumnus Sastra Indonesia UNAIR itu menuturkan, perjuangan mahasiswa bidikmisi tidak cukup hanya dengan kemampuan akademik saja, tetapi harus diimbangi dengan kemampuan soft skill melalui kegiatan keorganisasian, kepanitiaan, pengabdian untuk mengasah kepekaan terhadap lingkungan sekitar.
鈥淢eskipun mengikuti kegiatan keorganisasian, jangan sampai mahasiswa bidikmisi lulusnya telat. Zaman saya dulu, lebih dari setengah mahasiswa penerima bantuan bidimisi tidak lulus tepat waktu. Jangan sampai ini terjadi pada kalian,鈥 ujar pria kelahiran Blitar itu.
Tidak hanya itu, selama acara berlangsung, imbuhnya, mahasiswa penerima bantuan dana pendidikan bidikmisi di PSDKU diajak untuk mengingat kembali聽 sejarah pencanangan bantuan dana pendidikan bidikmisi di Indonesia.
鈥淜arena dengan memahami sejarah, kita tidak akan salah dalam menentukan arah dan langkah,鈥 tuturnya.
Acara LKB3M dilaksanakan di Ruang B201 Kampus Giri PSDKU UNAIR di Banyuwangi. Selain latihan kepemimpinan dan buka bersama acara juga dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah. Menurut Ulviana Dewi Kumalasari salah satu peserta kegiatan mengungkapkan, melalui kegiatan LKB3M ia lebih mengenal sejarah perjuangan menteri pendidikan mengusulkan pengadaan bantuan bidikmisi.
鈥淒an hal ini bisa kami rasakan sekarang, bagi mahasiswa yang kurang mampu pun bisa menempuh pendidikan tinggi di Indonesia,鈥 jelasnya.
Usai memberikan materi, ada sesi simulasi. Dalam sesi ini peserta dibagi dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 6-7 orang. Simulasi terdiri dari dua bagian, yaitu permainan angka dan susun rangka. Pada permainan susun angka, peserta diajak untuk menyusun angka dari nominal 0-9 dan operasi hitung untuk menghasilkan kemungkinan angka terbesar dan angka terkecil.
鈥淭ujuan permaian pertama ini untuk melatih peserta menyusun strategi dalam mencapai target maksimal bersama kelompok,鈥 jelas mahasiswa yang akrab disapa Ulvi.
Penulis: Siti Mufaidah
Editor: Feri Fenoria R





