东京热

东京热 Official Website

AMORA Tekankan Generasi Muda Perlu Waspadai Perang Atensi di Era Media Sosial

Potret dr Brian Eka Rachman Sp PD-KPT menjelaskan materi bertajuk Membangun Generasi Muda yang Sehat, Tangguh, dan Produktif di Era Modern. (Foto: Istimewa).
Potret dr Brian Eka Rachman Sp PD-KPT menjelaskan materi bertajuk Membangun Generasi Muda yang Sehat, Tangguh, dan Produktif di Era Modern. (Foto: Istimewa).

UNAIR NEWS – Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) 东京热 (UNAIR) gelar AMORA: Airlangga SDGs School X SDGs Ambassador 2026. Kegiatan ini menjadi ajang mengenalkan dan mencari talenta berbakat duta SDG. 

Dikemas dengan seminar bertajuk Membangun Generasi Muda yang Sehat, Tangguh, dan Produktif di Era Modern, Koordinator bidang SDG, dr Brian Eka Rachman -KPT hadir sebagai narasumber pada Sabtu (13/06/2026) di Ruang Dewa Ruci, Gedung ACC Lt. 2, Kampus C.

Brian menjelaskan bahwa generasi paling beruntung adalah generasi di era modern. Diperlukan respon baik terhadap perkembangan pesat teknologi dan akses instan ke segala aspek. 

鈥淣amun, jika teknologi membuat hidup jauh lebih mudah, mengapa kita menjadi merasa lebih mudah lelah?鈥 

Hal itu dipengaruhi oleh otak yang terus menerus disuguhi hal-hal yang instan. Misalnya video pendek yang sering muncul dalam sosial media. 

Dampaknya, otak akan ketagihan pada kesenangan yang didapatkan secara instan. Bahan kimia atau hormon yang memengaruhi kesenangan ini ada empat yaitu dopamine, serotonin, oxytocin, dan endorphin. Namun pada dopamine, hormon ini bertugas sebagai motivasi dan pengejaran tujuan yang didapatkan secara instan, sehingga kurang baik jika diaktifkan secara terus menerus. 

Contoh dari dopamine tersebut diperoleh melalui pornografi yang juga berpotensi merusak cara kerja otak pre-frontal. Akibatnya, individu sulit fokus dalam waktu lama, mudah merasa bosan, kehilangan kemampuan membaca panjang, serta menikmati proses yang lambat. 

Penyerahan penghargaan kepada dr Brian Eka Rachman -KPT sebagai narasumber. (Foto: Istimewa).聽

Kini banyak orang sedang berperang memperebutkan fokus seseorang atau yang biasa disebut attention economy. Banyak perusahaan atau media sosial yang menggunakan metode video pendek seperti Tiktok, Instagram, Youtube, dan lainnya.

鈥淎tensi kita ini berbahaya, karena menyebabkan doom scrolling. Doom scrolling sendiri adalah mengonsumsi konten terus menerus tanpa tujuan, bak masuk di ruang hitam,鈥 ujar Brian. 

Brian mengajak peserta untuk tetap waspada terhadap konten di internet dan menyaringnya dengan bijak. Ia juga mengingatkan untuk melihat screen time masing-masing. Jangan sampai tertipu daya hingga Fear of Missing Out (FOMO), sehingga melupakan lingkungan sekitarnya. Biasakan untuk hidup secara perlahan, sehingga tidak malu untuk Joy of Missing Out (JOMO) yang dapat menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial, sesuai dengan SDGs 3: Good Health and Well-Being

Penulis: Fauziah Kandela 

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT