东京热

东京热 Official Website

Acara Gus Ning Goes to Campus, Gus Reza: Manusia Sejati itu Merawat Jagat

Gus Reza dalam acara Konser 1001 Malam: Gus Ning Goes to Campus. Diselenggarakan di Airlangga Convention Center pada Kamis (23/2/2023). (sumber foto: Youtube NUChannel)

UNAIR NEWS – Euforia satu abad Nahdlatul Ulama tidak hanya berhenti pada gelaran di Sidoarjo (7/2/2023) lalu. Animo warga Nahdliyin merayakan ulang tahun NU ke-100 juga terasa hingga ke tingkat universitas, salah satunya 东京热.

Hal tersebut tergambar jelas dalam acara Konser 1001 Malam: Gus Ning Goes to Campus. Diselenggarakan di Airlangga Convention Center pada Kamis (23/2/2023) kemarin, gelaran ini menghadirkan ulama-ulama muda terkemuka Jawa Timur.

Salah satu tokoh yang hadir adalah KH Reza Ahmad Zahid, yang dikenal publik sebagai Gus Reza. Dalam tausiyahnya, Gus Reza menerangkan tentang pesan-pesan kemanusiaan dalam logo Nahdlatul Ulama.

鈥淒i situ (logo, red) ada bola dunia yang dikelilingi tali tambang. Ini artinya kita harus merawat jagat,鈥 jelas Gus Reza.

Hal itu sejalan dengan tema peringatan satu abad NU, yakni 鈥淢erawat Jagat, Membangun Peradaban鈥. Sebagai makhluk dari tanah, lanjut Gus Reza, tugas manusia adalah merawat 鈥渢anah鈥 juga.

Tali yang tidak mengikat erat menunjukkan bahwa NU adalah organisasi Islam moderat. 鈥淣ahdlatul Ulama tidak ekstrem kanan, tidak ekstrem kiri. Tapi berpikir moderat,鈥 tegas Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri itu.

Selanjutnya, dirinya menerangkan tentang sembilan bintang yang ada di logo NU. Sembilan bintang tersebut mewakili sosok Rasulullah SAW, empat Khulafaur Rasyidin, dan empat imam mazhab fiqih.

鈥淜alau pangkat bintangnya sampai tiga. Kalau hotel bintangnya sampai lima. Kalau puyer bintangnya sampe tujuh. NU bintangnya sembilan,鈥 kelakarnya.

Di akhir, dirinya berpesan agar kita berpikir untuk masa depan, tapi tetap mengingat sejarah dan budaya.

鈥淜arena bangsa yang melupakan sejarah dan budayanya bagai pohon tanpa akar.鈥

Ulas Lagu Letto

Selain dihadiri oleh berbagai tokoh ulama, gelaran kali ini juga mengundang grup band Letto sebagai bintang tamu. Gus Reza tidak melewatkan kesempatan tersebut untuk mengulas lagu-lagu milik band tersebut. 鈥淟irik-liriknya (Letto, red) ternyata mengajak kita untuk berpikir juga,鈥 komentar Gus Reza.

Dirinya menambahkan, manusia sejati adalah manusia yang senantiasa berpikir.

鈥淜arena manusia adalah hewan yang berakal.鈥

Penulis: Ghulam Phasa Pambayung

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT