Capsaicin, Bahan Aktif Cabe Melindungi Hati dari Keracunan Aflatoxin

Aflatoksin B1 (AFB1) adalah salah satu racun yang paling berbahaya yang dihasilkan oleh jamur tertentu, yang dapat menimbulkan efek toksik yang serius bagi hewan dan manusia. Setelah dikonsumsi, AFB1 menjalani proses metabolik di dalam tubuh hewan, yang mengubahnya menjadi berbagai metabolit dengan tingkat toksisitas yang berbeda. Setelah metabolisme, beberapa metabolit AFB1 dapat diekskresikan keluar dari […]
Studi In Siliko: Efek Hepatoprotektif Capsaicin pada Hati Tikus yang Diintoksikasi Aflatoksin B1

Studi in silico merupakan alat yang semakin penting dalam penelitian ilmiah modern. Dengan kemampuannya untuk memprediksi hasil dan mempercepat proses penelitian, metode ini menawarkan solusi yang inovatif dalam berbagai bidang, termasuk bioteknologi, farmakologi, dan kesehatan masyarakat. Meskipun ada tantangan dan batasan, potensi aplikasi studi in silico terus berkembang dan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan […]
Peran Probiotik dalam Meningkatkan Kualitas Broiler untuk Keamanan Pangan

Ayam broiler masih menjadi prioritas utama dalam memenuhi kebutuhan protein manusia. Dengan keuntungan seperti tidak memerlukan lahan yang luas, kaya nutrisi, pertumbuhan yang cepat, dan efisiensi dalam mengubah pakan menjadi daging, broiler menjadi pilihan favorit bagi banyak peternak. Meskipun demikian, broiler juga memiliki kecenderungan tinggi terhadap sifat-sifat berlemak, yang dapat diakibatkan oleh gen-gen pembentuk lemak. […]
Rhodomyrtus Tomentosa Melemahkan Ekspresi HER2 dan Memodulasi Jalur Apoptosis pada Karsinogenesis Payudara yang Diinduksi DMBA

Kanker payudara adalah keganasan yang ditandai dengan proliferasi sel yang tidak terkontrol di dalam jaringan payudara. Sel kanker dapat berkumpul membentuk massa atau tumor yang dapat menjadi ganas jika bermetastasis ke jaringan lain di dalam tubuh. Pengobatan kanker payudara dapat dikategorikan menjadi lima modalitas utama: Pembedahan, Terapi radiasi, Kemoterapi, Terapi hormon, dan Terapi target. Rhodomyrtus […]
Campus Pedia Dorong Siswa MA Kanjeng Sepuh Lanjut Kuliah

UNAIR NEWS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 ¶«¾©ÈÈ menggelar kegiatan Campus Pedia sebagai upaya meningkatkan literasi pendidikan tinggi bagi siswa kelas 12 MA Kanjeng Sepuh, Desa Claket. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari berturut-turut ini diikuti oleh 48 siswa dan melibatkan delapan mahasiswa KKN BBK 7 UNAIR. Pemaparan Jalur […]
Quercetin-3′-O-glukosida dan Delphinidin-3-O-sambubiosida dari Hibiscus sabdariffa Linn.: Studi Docking Molekuler Terhadap PAMP dan TLR.

Resistensi antibiotik merupakan masalah kesehatan global yang semakin meningkat karena menurunnya efektivitas antibiotik konvensional. Perhatian baru-baru ini telah beralih ke senyawa bioaktif yang berasal dari tumbuhan, dengan sifat antimikroba dan imunomodulator sebagai agen terapi alternatif. Di antara senyawa-senyawa ini, senyawa yang diekstrak dari Hibiscus sabdariffa Linn. telah menunjukkan potensi aktivitas antibakteri dan antiinflamasi. Karena kualitas […]
Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Afrika (Vernonia Amygdalina Delile) terhadap Laju Korosi dan Mikrostruktur Kawat Ortodonti Baja Tahan Karat

Alat ortodonti yang digunakan untuk mengobati maloklusi secara umum terdiri dari alat lepasan, fungsional, dan tetap. Alat ortodonti tetap meliputi braket, pita, kawat lengkung, dan aksesori atau alat bantu. Kawat lengkung memainkan peran penting dalam alat ortodonti dengan mengembalikan gigi ke posisi normalnya. Kawat lengkung ortodonti baja tahan karat adalah kawat yang paling umum digunakan […]
Padusan Siaga, Inisiatif Mitigasi Bencana Mahasiswa BBK 7 ¶«¾©ÈÈ

UNAIR NEWS – Mahasiswa BBK 7 ¶«¾©ÈÈ menginisiasikan program Padusan Siaga sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat Desa Padusan terhadap potensi bencana alam. Program ini berfokus pada pemberian sosialisasi mitigasi bencana kepada warga serta penyediaan informasi visual berupa peta mitigasi bencana yang mudah dipahami dan dapat diakses oleh masyarakat secara luas. Kegiatan sosialisasi […]
Kamuflase Ortodonti Untuk Pasien Kelas III Skeletal dengan Gigitan Silang Anterior dan Posterior Menggunakan Sekrup Mini dan Elastik Intermaksila: Laporan Kasus

Prevalensi maloklusi Kelas III menunjukkan variasi yang signifikan di berbagai populasi, dengan insiden yang jauh lebih tinggi di antara individu Asia (15%–23%) dibandingkan dengan Kaukasia, di mana prevalensinya dilaporkan kurang dari 5%. Karakteristik maloklusi skeletal Kelas III meliputi mandibula prognatik, maksila retrognatik, atau keduanya. Penanganan kondisi ini bergantung pada tingkat disparitas skeletal dan struktur wajah […]
Osteoinduktivitas Granula β-Tricalcium Phosphate Berpori yang Dilapisi Dikalsium Fosfat Dihidrat pada Sel Punca Mesenkimal yang Berasal dari Jaringan Adiposa

Granula biokeramik beta-tricalcium phosphate (β-TCP) telah digunakan dalam uji klinis sebagai bahan pengganti tulang karena menunjukkan tingkat pembentukan tulang baru yang tinggi setelah ditanamkan pada defek tulang. Namun, laju sintesis tulang barunya lebih lambat daripada pertumbuhan tulang alami, terutama dalam kasus defek tulang besar. Akibatnya, jika kemampuan granula biokeramik untuk merangsang laju pembentukan tulang baru […]
Apoptosis yang Diinduksi oleh FasL dan Sitokrom C pada Jaringan Jantung Tikus Hipertensi yang Diobati dengan Rhodomyrtus Tomentosa

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global utama dan faktor risiko yang sudah mapan untuk penyakit kardiovaskular, yang seringkali menyebabkan komplikasi seperti remodeling miokard dan disfungsi jantung. Salah satu mekanisme mendasar yang berkontribusi terhadap kerusakan jantung akibat hipertensi adalah apoptosis, suatu bentuk kematian sel terprogram yang diatur secara ketat. Apoptosis jantung dapat dimulai melalui dua jalur utama: […]
Efek Pemberian Medium Terkondisi dari Stem Cell Pulpa Gigi Sulung untuk Penyembuhan Ulkus Traumatik Mukosa Bukal

Ulser traumatik merupakan salah satu cedera mukosa mulut yang paling sering terjadi, dengan prevalensi dilaporkan hingga 95% di Indonesia. Secara klinis, ulser ditandai hilangnya epitel, fibrin kekuningan di pusat lesi, batas eritematous, dan penyembuhan alami yang berlangsung 10–14 hari bila faktor penyebab dihilangkan. Proses penyembuhan luka berlangsung melalui fase hemostasis, inflamasi, proliferasi, dan maturasi, yang […]